Assalamu’alaikum..^_^
Taraa….inilah saia “bidadari surga” yang disebut2 oleh si “penunggu altara”. ^o^ Hoho…
‘Julukan’ yang terlalu lebay sebenernya, karena jika diliat secara fisik, dlm diri saia hampir tidak ada yg menunjukkan ciri2 seorang bidadari, bahkan nyrempetpun tidak. Haha.. Jika bidadari biasanya jatuh dari langit,maka saya adalah bidadari yang jatuh dari tangga..LOL
Tiba2 dapet inspirasi memposting coretan ini karena adanya sebuah es-em-es: “kulo niki sampe sakniki sik heran loh…kog mau-maune pean iki ma aq…heehee…cik cepete prosese…pdhl biasae lamaa…jujur, apasih sng membuat pean termehek padaku bgitu cepat…apakh ini hanya wis garis takdire..hehe..jwb jujur nggeh…” Sabtu, 28-06-2012, Pkl: 13.19(Saia: Interupsi pak! Saia keberatan atas state “ termehek padaku”. Nah emang kpn saia termehek ten panjenengan? tau dr mana itu?Pitenah itu! Wkwkwk…)
So, itulah latar belakang pemostingan kisah pendek ini…
Dalam pembuatan makalah, jika ada latar belakang, tentunya harus ada rumusan masalahnya dulu dunk yak..:D
Nah..berikut rumusan masalah yg menurut saia perlu dikaji:
1.Apa alasan saia menerima anda? dan
2.Kenapa prosesnya begitu cepat?
Sebelumnya saia memohon maaf dan ampunan kpd Allah subhanahu wa ta’ala, jika di sini ada perasaan yg terlanjur terungkap, ungkapan hati yg tdk sengaja terlihat, atau kata-kata yang tidak/belum pantas terucap kpd seseorang yang belum halal (dan semoga segera dihalalkan) untuk saia.:D Ighfirliy ya Robb…
Bismillahirrohmanirrohiim….
1.Alasan aku menerimamu (Karena Agamamu, Aku Tertarik)
عنْ أبِيْ هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – عَنِ
النَّبِيِّ – صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمْ – قَالَ: تُنْكَحُ المَرْأةُ
لِأَرْبَعٍ: لمِالِهَا، وَلِحَسَبِهَا
وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكْ
Dari Abu Hurairah – rhadiyallahu anhu – dari Nabi Muhammad SAW, beliau berkata: “Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, (atau) karena agamanya. Pilihlah yang beragama, maka kau akan beruntung, (jika tidak, semoga kau) menjadi miskin”.
Mb ella : “ Assalamu’alaikum.Wr.Wb. Ifa pa kabar? Sblmx mnt maap ya if, jd knl sm mas Asrofi, he2. Gpp kan? Lha beliau dr dulu mnt dikenalkan. Tp berhub mas Muh bingung menyampaikanx sm ibumu jd aq yg mnt tlg Mb Zilla. Mga2 ifa g keganggu y. Kl emg g berkenan sm mas As, gpp koq, Ifa bhak menolak/menerima.he2. Insya Allah orgnya baik if, agamanya juga, keluarga maupun pekerjaan. Yg psti udah siap.He2. sekali lagi maaf ya..(ibunya adin)”26-06-12. Pkl:09.45
Nah mari kita preteli satu persatu:
- Agamanya (dien), satu alasan yang pertama dan paling utama knp seseorang dijadikan pendamping hidup menurut saia. Calon IMAM bagi istri serta anak-anak gituuu…tentu tidak boleh sembarangan ya. Sdkt mengingat kmbli ktka masih duduk di bangku perkuliahan: bahwa hakikat pendidikan yg paling awal bagi anak itu bukan dimulai dari bayi, PAUD, TK dan sejenisnya, melainkan dimulai ketika bagaimana seorang laki-laki (calon ayah)/ perempuan (calon ibu) memilih pasangan hidupnya, karena dari pasangan-pasangan itulah muncul benih2 yang kualitasnya sama dengan abi uminya nantinya. :)
- Keluarganya (nasab). Hemm….No Comment! Yaqin 100%..:). Semoga dapat menerima saya apa adanya, bukan saya yg ada apanya.
- Pekerjaannya (maal) Kita hidup di dunia tentu membutuhkan SPP alias Sandang, Pangan Papan. Benul…?! Pekerjaan itu merupakan modal laki-laki jika hendak meminang wanitanya, dan suatu hal yang pasti dipertanyakan terlebih dulu oleh ortu si cewek. Benul lagi?!Saya mempunyai prinsip “ke-sekufu-an”, tidak terlalu mengharapkan pria kaya, karena kekayaan itu saya ingin membangunnya bersama-sama dengan sang pujaan hati.Dalam hati berharap dg harta tersebut saia ingin sekali bisa memberikan pendidikan dunia-akhirat yg terbaik kepada anak-anak saia kelak, agar ketika menuntut ilmu tidak ada kekhawatiran di hati mereka, tidak merasa lapar dan tidak ada rasa berbeda dg teman lainnya.
- Add: Soal fisik (jamal), hemm..ahsani taqwim pokok’e dah *versi saia…hahaha…Kutipan yg paling menyadarkanku dalam hal ini : “Janganlah engkau mengharapkan Yusuf, jika tidak seindah Zulaikha” nah lho?! *mak jleb!
Wait2, lari darinya?? atau lari kpdnya??.. hahaha…
2.Prosesnya cepet banget??
Hari Minggu jd penunggu Altara, 1 minggu kemudian ke rmh, 3 hari kemudian silaturrahmi (bsrta abah umi’), 4 hari gantian sillaturrahmi, 2 minggu kemudian di lamar..Alhamdulillah ya..hehehe
Emang knp hrs nunggu lama? Ada seseorang mngjk ke arah serius utk menyempurnakan ibadah, usia dh sama2 mencukupi, untuk proses saling mengenal pun ada mediatornya, shg tdk ada perasaan pribadi yg ikut campur dan yg terpenting insya Allah tdk ada intervensi syetan di sini.
Beruntung karena panjenengan sohibnya mas Damon, sehingga ada keyakinan tdk mungkin mengenalkan saudaranya dg seseorang yg tdk baik, karena itulah kisah ini dimulai.
Awalnya sekedar rasa sungkan dan terpaksa, kemudian dilanjutkan kasihan, ada perasaan takut juga dan pada akhirnya rasa yang kemudian muncul adalah rasa*tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit (maap disensor) :D
Okkelah,yuk mari qt preteli kembali..
Sungkan: Aduh temennya mas Damon, nek ga diblz nnt gag enak ma mas Damon iki..
Terpaksa: Aduh Tim sukses jan bener2 embuh! Bikin pusiiink! ga tau lg musim ujian gini apa?? :D
Kasihan: Aduh kasiaaan bgt, dpt sms dr mb Zilla, mase skr lg bingung pengen ngomong to the point, tp aqnya dsms cm ngmongin sibuk skripsi mulu. Bismillahpun, ikut istikhorohnya yai, apapun hasilnya saia terima. Tapi kasian masnya jg, kl ternyata hasilnya tdk baik gmn? pencariannya tdk kunjung berakhir dunk. Tapi kl hasilnya baik gmn? Kasian banget aq nya donk…*itu pikiran saia..hahaha
Takut: Aduh nek terlalu lama smsan, hubungn tnp status gini apa namanya ya, gmn hukumnya ya? msh satu paket ma program ta’aruf bkn ya? “Buk, sblm mas asrofi ke rumah, Bapak kedah mpun ten yai riyen nggeh”. Satu hr kemudian berangkaat…nah cepet deh. Kunci cepetnya proses mngkin krn hasil dr yai ini..mungkin lho..hehe
Untuk selanjutnya muncul rasa *Tiiiiiiiiiiiiiiiiiit…..akan dibahas lebih lanjut insya allah stlh dpt ijabsah..Amin
Rabbi, apakah diri ini memang sudah pantas untuk menyempurnakan iman….Padahal hamba ingin membahagiakan keluarga hamba.
Ya Rabbi, ilmu agama hamba masih jauh dari sempurna tapi hamba tetap akan berusaha memberikan yang terbaik kelak untuk dia jika memang dia yang terbaik buat hamba dan keluarga hamba.
Ya Rabbi hamba tidak meminta dia segagah Sulaiman karena hamba tidak secantik Ratu Balqis, hamba tidak mengharapkan dia setampan Yusuf karena hamba tidak seindah Zulaikha, hamba tidak mengharapkan dia seperti Ibrahim karena diri hamba tidak sekuat Siti Hajar dan Siti Sarah, hambapun tidak mengharapkan ia sesempurna Rasullulah SAW karena hamba sendiri tidak seistimewa Siti Khadijah, karena hamba tahu kesempurnaan hanya milik-Mu ya Rabb….
Ya Rabbi jika diri hamba ini memang bagian dari tulang rusuknya maka satukan hati kami dalam naungan cinta-Mu dan kasih sayang-Mu
Ya Rabbi berilah kami kemudahan, jauhkanlah kami dari segala yang merintangi dan lindungilah kami dari godaan syaitan yang terkutuk…
Ya Rabbi, kalau memang Engkau izinkan dan ridhai,
Hamba mengambil keputusan ini untuk segera menyempurnakan keimanan hamba…
Hamba ingin terjaga dari fitnah dunia…
Hamba ingin menjadi bidadarinya yang sholehah baik didunia maupun diakhirat kelak...
Dan hamba akan selalu belajar dan terus belajar untuk menjadi seorang istri yang sholehah bidadari dari suami hamba nanti.
“Karya ini dipersembahkan dengan sepenuh cinta untuk seseorang yang Allah takdirkan akan mendampingiku kelak dengan izin-Nya bersama dijalan-Nya untuk menggapai Ridha-Nya”
Demikian kicauan singkat, yg mngkin tdk mengandung manfaat, mohon maaf, jika ada khilaf.
Wassalamu’alaikum….^_^
Diposkan oleh Afifatul Mardliyah
Sabtu, 28-07-12 pkl: 23.34 *hoaem ngantuk
Note: Saia ucapkan terima kasih yang tak terhingga bagi semua mediator pemersatu hati kami, calon pasangan hidup MA-AM (insya Allah)…Oia nanti mlm traktiran ya..selamat menikmati…wkwkwk..
Jazaakumullahu khairan” :’)